Caught in A Dilemma

2021 is a tough year for me and definitely for all of us. Losing jobs, losing people we love, losing dreams that we want to make come true, losing all plans that have been arranged in advance.

Until one day, we feel bored with all the circumstances. We just want to give up but our lives are too precious to leave, want to live life but have lost the passion to feel “live again”.

There’s a point when not finding any answers. Everything in my head kept yelling at each other, forcing to keep thinking even though I was really tired.
There’s a point where everything felt sickening. In fact, thousands of motivation words sound like gibberish. Very tired of listening to the word “patient”, “keep grateful”. Without even being told, it was the only thing that could be done. However, reaching a position of “patience” and “remaining grateful” is not as easy as throwing words around.

When things don’t improve, when your heads keep yelling at each other, when people around you think that what you’re feeling is just “excessive feelings and just wanting to attract sympathy.” Then, where to go?

Really, in such a situation. Nothing can be done. Any advice, will not be heard. Then, I realized that we actually know what to do in situations like that but we just need someone to help us stand back up, to tell us that “we are not alone in facing this world”, someone who can keep reminding us that we did our best and we’re not weak, neither are we failing. We’re just stuck in the wrong situation.

Going through the worst phase in life, is not that easy. Even every day the fear is still there. “Afraid of going crazy”, “Afraid of things getting worse” but no one can help us except ourselves.

In such situations, we will see others who are better off than our own or even compare ourselves that we are much worse and more unlucky.
Don’t judge yourself too much. Whatever you’ve done up to now is the best thing, you’re doing a really great thing for yourself.

Don’t blame yourself too much. In reality, you are the best reflection of yourself.
Say to yourself, “Hi me. Thank you for fighting with me until now. Do you know? You’ve been amazing at surviving this far. Even though our struggle isn’t over yet, we’re holding on once again, right? Fight together again. We can. I can’t fight alone without you. So don’t give up. I love you, really love you because you are all I have. Just me and myself.”

For those of you who are reading this, you and I, we are both struggling through it all. Take a break if you feel tired. Then, wake up again and find your happiness.
I hope you can find your purpose, can fight for what you should be fighting for, can feel life is better than your current life and of course find the happiness you want. From afar, I want to hug you and I say “You are a great person. Thank you for holding on. Come on, smile because your smile is so beautiful, it’s a shame if people don’t see it.” ️


Harga Minyak Goreng Naik Terus! Ini Salah Satu Penyebabnya

https://pin.it/5gS0fqu

Sepanjang 2021, harga minyak goreng melonjak sangat tinggi. Berdasarkan data pemantauan harga bahan pangan pokok, harga minyak goreng curah naik 13,38% dibandingkan dengan sebulan lalu. Sedangkan minyak goreng kemasan naik 7,88% dibandingkan pada awal Oktober 2021 lalu. Kenaikan harga minyak goreng ini, diperkirakan akan terus berlangsung hingga Maret 2022.

Penyebab kenaikan harga minyak goreng, yaitu pasokan CPO (Crude Palm Oil) turun secara global. Penurunan produksi CPO dari Malaysia berkisar di angka 8% dan produksi CPO di Indonesia kemungkinan akan turun dari target awal sejumlah 49 juta ton menjadi sekitar 47 juta ton.

Pasokan minyak nabati kanoil yang diproduksi dari Kanada diketahui turun 6% dan produksi minyak kedelai di Argentina juga mengalami penurunan, yang mana ini juga menjadi salah satu pemicu harga minyak goreng semakin meningkat.

Kebutuhan minyak goreng nasional saat ini mencapai 5,2 juta liter dan kebutuhan minyak goreng curah memcapai 67%.
Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Joko Supriyono,harga minyak goreng terus mengalami kenaikan, salah satu penyebabnya adalah tingginya angka permintaan, sementara jumlah produksi belum bisa memenuhinya.

“China sangat cepat recovery sehingga banyak demand terserap oleh China. Sementara pasca pandemi kelihatannya belum siap kembali normal sehingga terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand. Banyak harga-harga naik, tidak hanya CPO, tapi juga pupuk naik, baja naik, jadi masih belum seimbang,” ujar Joko dalam konferensi pers, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan. Beberapa langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan harga minyak naik di antaranya adalah memantau produsen dan pedagang agar tetap menjual harga minyak sesuai dengan HET.”

Kenaikan harga minyak goreng ini juga berdampak kepada pedagang dan konsumen. Beberapa pedagang menerima keluhan dari konsumen mengenai naiknya harga minyak goreng. Kenaikan harga minyak goreng ini juga menyebabkan penurunan pada minat konsumen.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan memastikan bahwa saat ini stok minyak goreng aman di tengah tingginya harga minyak di dalam negeri.
“Pemerintah akan memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri. Harga minyak goreng tetap mengikuti mekanisme pasar, saat ini harga minyak goreng sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO.


Peran Manajemen Rantai Pasok Dalam Menaikkan Level Kedelai Lokal Guna Menekan Impor Pangan

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam yang melimpah terutama pada sektor pertanian. Indonesia mempunyai banyak kelebihan dalam sektor pangan. Seiring berjalannya waktu, lahan pertanian semakin berkurang akibat alih fungsi lahan. Berkurangnya lahan pertanian menyebabkan berkurangnya produksi pangan di Indonesia, sehingga harus impor beberapa produk pangan salah satunya kedelai. Kedelai merupakan kebutuhan pokok di Indonesia setelah padi dan bawang. Banyak sekali olahan kedelai yang sering kita temui seperti, tahu, tempe, dan kecap. Permintaan yang tinggi akan kedelai menyebabkan pemerintah harus impor kedelai. Tahun ini, impor kedelai mampu mencapai 1,96 juta ton, sebagian besar kedelai diimpor dari negara-negara besar seperti, Amerika, Kanada, Argentina, dan Brasil. Kedelai yang diimpor adalah jenis kedelai transgenik (GMO), menurut WHO kedelai transgenik merupakan organisme yang telah mengalami perubahan pada materi genetiknya, sehingga organisme tersebut memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki sebelumnya. Pangan transgenik ini memilikk kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan kedelai lokal.


Meningkatnya permintaan kedelai seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, bukan berarti pemerintah harus menghandalkan impor sebagai solusi utama. Keputusan pemerintah untuk melakukan impor tidak dapat menyelesaikan masalah kekurangan pangan di Indonesia, hal ini malah membuat kita semakin bergantung pada negara lain. Padahal, Indonesia memiliki tanah yang subur, hal ini menjadikan Indonesia mampu untuk bersaing dan memproduksi kedelai lokal yang berkualitas. Kecantikan fisik dari kedelai impor menyebabkan masyarakat lebih memilih kedelai impor dibandingkan kedelai lokal, apalagi harga kedelai impor dibandrol lebih murah, sehingga membuat nilai dan harga kedelai lokal mati di pasaran.

Saat ini, produktifitas kedelai ditingkat petani terus mengalami penyusutan dan kesulitan mendapatkan benih yang berkualitas bagi petani. Kualitas benih serta harga jual kedelai yang masih rendah menjadikan budidaya kedelai belum dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani. Produktivitas kedelai dalam kurun waktu lima tahun terakhir tercatat rata-rata 1,3-1,5 ton/ha. Hal ini, masih sedikit dari perkiraan.

Sangat miris memang melihat keadaan negara kita yang seperti ini. Impor terus meningkat setiap tahunnya. Kita tidak bisa terus-terusan mengemis pada negara lain. Kita memiliki lahan pertanian serta sistem yang memadai, jika terus dibudidayakan dan dikembangkan maka kita bisa memenuhi kebutuhan kedelai di negara kita tanpa harus bergantung pada negara lain. Bahkan, kita bisa menjadi pengekspor kedelai. Memang hal ini tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak sekali usaha. Salah satunya dengan menerapkan Sistem Manajemen Rantai Pasok dalam Swasembada Pangan untuk Menekan Import dan Menaikkan Level Produk Lokal.

Swasembada pangan merupakan suatu metode yang kita gunakan agar mampu memenuhi kebutuhan pangan. Swasembada pangan diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi impor. Istilah swasembada pangan muncul setelah Kabinet Pembangunan IV. Namun, swasembada pangan tak mudah untuk dicapai. Sulitnya mencapai swasembada pangan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain laju pertumbuhan penduduk yang meningkat sehingga permintaan menjadi tidak stabil dan tidak disertai dengan ekstensifikasi lahan pertanian, namun justru pengalihfungsian lahan. Selain itu, faktor cuaca juga sangat berpengaruh terhadap produktivitas pangan serta kesejahteraan petani yang rendah sehingga banyak petani yang beralih profesi.

Dalam mewujudkan swasembada pangan, diperlukan sistem manajemen rantai pasok yang baik. Manajemen rantai pasok merupakan suatu proses bisnis yang dirancang secara terstruktur sehingga menghasilkan suatu produk yang berkualitas dengan proses yang efisien, mulai dari penanganan bahan pangan, pengembangan produk baru, hingga ke pemasarannya. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Tantangan dalam mewujudkan swasembada pangan terletak pada kurangnya teknologi dalam penanganan pasca panen dan pengendalian hasil pasca panen ditingkat kelompok tani yang masih mengalami kendala teknis pada tata cara penyimpanan yang baik dan penanganan ruang penyimpanan yang memenuhi standar. Kurangnya sistem pengendalian pasca panen dalam penyimpanan di gudang, proses pengolahan, serta distribusi. Dimana, dengan sistem distribusi yang baik, maka dapat memenuhi kuantitas dan kualitas pangan agar sesuai dengan permintaan masyarakat tetapi tidak mengesampingkan kesejahteraan petani. Dalam hal ini, perlu adanya upaya perencanaan pemenuhan kebutuhan dengan cara mengoptimalkan surplus produksi, pemilihan struktur rantai pasok dan mekanisme distribusi yang optimal untuk menghemat biaya, serta alternatif kebijakan yang mendukung optimasi sistem perdagangan dan distribusi komoditas pangan lokal. Kendala-kendala inilah yang menyebabkan tingkat kualitas kedelai sebagai bahan baku industri pengolahan kurang dapat terpenuhi.

Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI) sejak tahun 1998 melepas sebanyak sepuluh varietas kedelai unggulan, yang mana kedelai ini memiliki kualitas yang lebih unggul dibanding kedelai impor. Kualitas kedelai lokal ini bersifat non modifikasi genetik (Non GMO) merupakan nilai tambah bagi kedelai lokal yang tetap mempertimbangkan gizinya. Kedelai impor yang sering kita konsumsi adalah kedelai hasil modifikasi genetik yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Membahas masalah impor kedelai yang terus meningkat setiap tahunnya, perlu adanya solusi untuk mengurangi impor dengan menaikkan level kedelai lokal. Dalam kaitannya dengan manajemen rantai pasok, maka perbaikan sistem harus dimulai dari hulu ke hilir. Mulai dari penanaman hingga ke tangan konsumen. Kedelai impor banyak diminati masyarakat ketimbang kedelai lokal karena kualitasnya yang nampak bagus tetapi gizinya belum tentu bagus. Indonesia berpotensi dalam menghasilkan kedelai lokal yang berkualitas tinggi, dengan cara memperbaiki sistem. Indonesia mempunyai lahan yang luas yang bisa digunakan untuk membudidayakan kedelai. Rendahnya produktifitas kedelai itu harusnya dapat ditangani dengan menerapkan Sistem Teknologi berbasis kepakaran yang memuat sistem berbasis pengetahuan teehadap unsur kebutuhan nutrisi, parameter pertumbuhan tanaman yang terukur, debit kebutuhan air, dan pengaturan kondisi iklim mikro yang diharapkan dapat membuat pertumbuhan kedelai yang optimal. Ada baiknya, dimulai dengan penanaman kedelai lokal yang terus memperhatikan kualitasnya. Dengan memilih benih yang berkualitas, cara penanaman yang baik, hingga perawatannya dengan memberikan pupuk organik. Hingga saat panen. Cara pemanenan harus sangat diperhatikan. Sebab, pemanenan yang sembarangan juga akan merusak kedelai tersebut secara fisik. Selanjutnya harus diperhatikan penyimpanannya. Dimana kedelai adalah komoditi yang rentan terhadap suhu ruang, jadi ada baiknya kita menyimpan kedelai dalam cold storage sebelum dipasarkan. Cold storage sangat baik bagi pangan, adapun beberapa manfaat penggunaan cold storage ini ialah, dapat menjaga kesegaran dan mutu produk, meningkatkan masa simpan agar produk bisa bertahan lebih lama, serta dapat menginaktifkan bakteri dan mikroorganisme perusak makanan. Kedelai lokal yang siap dipasarkan ada baiknya dikirim menggunakan refrigerated loading area, serta selalu monitor suhu produk.

Solusi lainnya yaitu dengan upaya proteksi harga dan subsidi ke petani melalui Kebijakan Pemerintah, peran Bulog sangat penting untuk membantu mensejahterakan petani sehingga petani lebih bersemangat untuk menanam kedelai lokal. Kemudian, pentingnya masyarakat untuk tahu gizi dan kualitas kedelai lokal yang lebih baik ketimbang kedelai impor yang masih menggunakan modifikasi genetik dan menghapus asumsi masyarakat bahwa kedelai lokal lebih kecil ukurannya ketimbang kedelai impor serta warnanya juga lebih kusam ketimbang kedelai impor. Padahal, di Negara maju seperti Eropa, produk pangan yang mengalami modifikasi genetik (GMO) sudah ditolak. Indonesia sebaiknya juga melakukan hal yang sama. Mengingat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai Keamanan Pangan. Dimana keamanan pangan saat ini harus sangat diperhatikan. Sebab, produk pangan memiliki kaitan langsung dengan resiko terhadap kesehatan. Terdapat tiga jenis kontaminasi pangan, yaitu kontaminasi fisik yang berhubungan dengan cara penyimpanan pada bahan pangan tersebut, kontaminasi kimia yang berhubungan dengan proses pengolahan serta bahan yang ditambahkan pada produk pangan, dan kontaminasi biologis yang berhubungan langsung dengan proses pra-panen dimana harus selalu memperhatikan proses penanaman, pembenihan, serta pemupukan. Maka dari itu, perlunya program dan prosedur keamanan pangan yang mengacu pada regulasi yang diterapkan pemerintah maupun lembaga internasional. Selain perbaikan ditingkat on farm, perlu adanya perlakuan yang sama ditingkat off farm, yaitu pada kelompok usaha tani atau industri-industri. Proses produksi dapat menentukan asumsi masyarakat terhadap baik-buruknya suatu pangan. Maka perlu adanya perhatian khusus pada industri-industri agar selalu mempertimbangkan keamanan pangan serta kehigienitas pada pangan.

Masyarakat juga bisa memenuhi kebutuhan kedelai dengan cara membudidayakan kedelai secara individual. Terutama bagi masyarakat perkotaan yang kekurangan lahan untuk berbudidaya. Saat ini, sudah berkembang banyak solusi untuk masyarakat perkotaan yang pada umumnya tidak memiliki lahan pertanian dengan bertani menggunakan sistem hidroponik atau vertical planting. Selain bertani ala rumahan, kita juga bisa menghemat lahan yang ada. Hanya membutuhkan sedikit lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-harinya. Selain mendapatkan pengalaman bertani rumahan, kita juga bisa mengontrol.gizi dari pangan tersebut dengan cara tetap menggunakan pupuk organik dan penanganan pasca panen yang baik. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga serta mengurangi kadar impor serta ketergantungan pada produk impor.


Ethylene: Peranannya Dalam Produk Pascapanen Hortikultura dan Mekanisme Secara Biokimia Terbentuknya Gas Tersebut

Etilen dapat dihasilkan oleh jaringan tanaman hidup pada waktu-waktu tertentu. Etilen berupa zat cair yang tidak berwarna, kental dan juga manis, mudah larut dalam air, mempunyai titik didih relatif tinggi dan titik beku rendah. Senyawa etilen sering dipakai sebagai pelarut dan juga bahan pelunak. Etilen sangat penting dalam fisiologi pascpanen produk hortikultura. Etilen dapat menghilangkan warna hijau pada buah yang belum masak, mempercepat pematangan buah selama penanganan pascapanen dan penyimpanan, serta mempersingkat masa simpan dan mempengaruhi kualitas buah. Etilen juga digunakan untuk merangsang pemasakan buatan dengan tujuan untuk mengendalikan laju pemasakan buah, sehingga pengangkutan dan penyebaran produk pasca panen dapat direncanakan dengan hati-hati dan dapat diperoleh pemasakan buah yang seragam. Etilen juga berperan dalam pengendalian sistem enzim dan meningkatkan kegiatan sejumlah enzim yang berhubungan dengan pemasakan, penuaan, dan stress. Adanya pengaruh etilen terhadap enzim tersebut akan membuat tanaman mengalami proses fisiologi atau biokimia yang lebih cepat. Hal ini, akan berpengaruh terhadap cepatnya penggunaan nutrisi cadangan didalam produk pascapanen. Etilen akan meningkat karena adanya luka pada buah, baik yang disebabkan karena tusukan serangga, alat pertanian, atau kondisi alam. Produk pascapanen akan menjadi rentan terhadap serangan pathogen lebih lanjut karena peningkatkan produksi etilen dapat mempengaruhi perkembangan pathogen.
Struktur kimia etilen sangat sederhana, terdiri dari 2 atom karbon (C) dan 4 atom hidrogen (H) dengan rumus kimia C2H4. Etilen diformulasi dengan senyawa-senyawa lain, membentuk formula misalnya etepon. Etepon merupakan zat pengatur pertumbuhan tanaman yang bekerja secara sistematik. Etepon dapat terdekomposisi menjadi etilen, fosfat dan ion klorida saat dilarutkan dalam air pada pH diatas 4. Etilen dibuat oleh tanaman tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada semua jaringan tanaman. Produksi etilen tergantung dari tipe jaringan, spesies tanaman, dan tingkatan perkembangannya. Etilen dibentuk dari metionin melalui tiga proses, yaitu:

  1. ATP, yang merupakan komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan tiga gugus fosfat.
  2. Asam ACC-sintase kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM (S-adenosil metionin).
  3. Oksigen diperlukan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi memakai enzim pembentuk etilen.

Biosintesis etilen terjadi di dalam jaringan tanaman dimana terjadi perubahan dari senyawa awal asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN (Flavin Mono Nucleotida) menjadi methionil. Senyawa tersebut mengalami perubahan dengan bantuan cahaya dan FMN menjadi etilen, methyl disulphide dan formic acid.
Penggunaan sinar radioaktif dapat merangsang produksi etilen. Produksi etilen juga dipengaruhi oleh faktor suhu dan oksigen. Suhu rendah maupun tinggi dapat menekan produksi gas etilen. Pada kadar oksigen dibawah 2% tidak mampu membentuk etilen karena dalam pembentukan etilen, oksigen sangat diperlukan. Pembentukan etilen dalam jaringan-jaringan tanaman dapat dirangsang oleh adanya kerusakan-kerusakan mekanis dan infeksi. Oleh karena itu, adanya kerusakan mekanis pada buah-buahan baik saat masih di pohon atau pun setelah panen akan mempercepat pematangannya.


KARAKTERISTIK MINYAK JELANTAH

1.1 Pengertian Minyak Jelantah

Minyak Jelantah adalah minyak yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, seperti jagung menjadi minyak jagung dan kelapa menjadi minyak kelapa. Minyak jelantah merupakan minyak yang sudah dipakai berulang kali dan masih dipergunakan kembali, entah sebagai minyak goreng atau minyak oles. Minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan sehingga dapat menyebabkan penyakit kanker dalam jangka waktu yang panjang.

1.2 Sifat-sifat Minyak Jelantah

Sifat-sifat minyak jelantah dibagi menjadi sifat fisik dan sifat kimia (Ketaren, 2005) yaitu:


Sifat Fisik
1) Warna, terdiri dari dua golongan : golongan pertama yaitu zat warna alamiah, yaitu secara alamiah terdapat dalam bahan yang mengandung minyak dan ikut terekstrak bersama minyak pada proses ekstrasi. Zat warna tersebut antara lain α dan β karoten (berwarna kuning), xantofil (berwarna kuning kecoklatan), klorofil (berwarna kehijauan) dan antosianin (berwarna kemerahan). Golongan kedua yaitu zat warna dari hasil degradasi zat warna alamiah, yaitu warna gelap yang disebabkan oleh proses oksidasi terhadap tokoferol (vitamin E), warna cokelat yang disebabkan oleh bahan untuk membuat minyak yang telah busuk atau rusak, warna kuning umumnya terjadi pada minyak yang tidak jenuh.

2) Odor dan flavor, terdapat secara alami dalam minyak dan juga terjadi karena pembentukan asam-asam yang berantai sangat pendek.

3) Kelarutan, minyak tidak larut dalam air kecuali minyak jarak (castor oil), dan minyak sedikit larut dalam alkohol, etil eter, karbon disulfida dan pelarut-pelarut halogen.

4) Titik cair dan polymorphism, minyak tidak mencair dengan tepat pada suatu nilai temperatur tertentu. Polymorphism adalah keadaan dimana terdapat lebih dari satu bentuk kristal.

5) Titik didih (boiling point), titik didih akan semakin meningkat dengan bertambah panjangnya rantai karbon asam lemak tersebut.

6) Titik lunak (softening point), dimaksudkan untuk identifikasi minyak tersebut.

7) Sliping point, digunakan untuk pengenalan minyak serta pengaruh kehadiran komponen-komponennya.

8) Shot melting point, yaitu temperatur pada saat terjadi tetesan pertama dari minyak atau lemak.

9) Bobot jenis, biasanya ditentukan pada temperature 25 derajat celcius , dan juga perlu dilakukan pengukuran pada temperature 40 derajat celcius.

10) Titik asap, titik nyala dan titik api, dapat dilakukan apabila minyak dipanaskan. Merupakan kriteria mutu yang penting dalam hubungannya dengan minyak yang akan digunakan untuk menggoreng.

11) Titik kekeruhan (turbidity point), ditetapkan dengan cara mendinginkan campuran minyak dengan pelarut lemak.

Sifat Kimia
1) Hidrolisa, dalam reaksi hidrolisa, minyak akan diubah menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Reaksi hidrolisa yang dapat menyebabkan kerusakan minyak atau lemak terjadi karena terdapatnya sejumlah air dalam minyak tersebut.

2) Oksidasi, proses oksidasi berlangsung bila terjadi kontak antara sejumlah oksigen dengan minyak. Terjadinya reaksi oksidasi akan mengakibatkan bau tengik pada minyak dan lemak.

3) Hidrogenasi, proses hidrogenasi bertujuan untuk menumbuhkan ikatan rangkap dari rantai karbon asam lemak pada minyak.

4) Esterifikasi, proses esterifikasi bertujuan untuk mengubah asam-asam lemak dari trigliserida dalam bentuk ester. Dengan menggunakan prinsip reaksi ini hidrokarbon rantai pendek dalam asam lemak yang menyebabkan bau tidak enak, dapat ditukar dengan rantai panjang yang bersifat tidak menguap.

1.3 Standar Mutu Minyak untuk Penggorengan

Mutu minyak jelantah ditentukan oleh titik asapnya, yaitu suhu pemanasan minyak sampai terbentuk akrolein yang menimbulkan rasa gatal pada tenggorokan. Titik asap suatu minyak tergantung pada kadar gliserol bebasnya. Makin tinggi kadar gliserol makin rendah titik asapnya, artinya minyak tersebut makin cepat berasap. Makin tinggi titik asapnya, makin baik mutu minyak tersebut. Minyak jelantah juga dapat diproses menjadi minyak yang bermutu, misalnya pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Akan tetapi minyak jelantah yang akan diproses untuk pembuatan biodiesel ini harus melalui proses pemurnian yang menggunakan katalis dalam proses esterifikasi dan transesterifikasi.

Jelantah merupakan salah satu pilihan yang menarik untuk digunakan sebagai bahan bakar karena memiliki beberapa keunggulan antara lain kandungan energi yang dimiliki cukup besar, sehingga dengan bobot atau volume yang tidak besar terdapat potensi kalor yang cukup tinggi, kondisinya relatif masih dalam fase cair sehingga pengaturan dalam operasional pembakaran relatif mudah, tidak gampang meledak sehingga aman dan penyimpanan persediaannya tidak membutuhkan prosedur ataupun persyaratan khusus.

Minyak jelantah merupakan bahan alternatif yang dapat menggantikan kerosin sebagai bahan bakar kompor rumah tangga, karena memiliki nilai kalor per satuan volumenya hanya 5% dibawah harga nilai kalor yang dimiliki kerosin.

Percobaan yang telah kami lakukan untuk menjadikan minyak jelantah sebagai bahan bakar ternyata tidak sesuai dengan harapan, dimana nyala apinya kecil dan pembakaran tidak bertahan lama, sehingga menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, pada pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar kompor perlu dicampur dengan kerosin. Kerosin (bahasa Indonesia : minyak tanah) adalah cairan hidrokarbon yang tak berwarna dan mudah terbakar. Kerosin berfungsi sebagai starter, yang membantu meningkatkan waktu penyalaan minyak jelantah. Dalam penggunaannya, penyaringan awal perlu dilakukan sebagai dasar pertimbangan dalam pencampuran minyak jelantah dan kerosin, sebagai contoh 80-95% minyak jelantah dan 5-20% kerosin atau 100% langsung minyak jelantah.

1.4 Kompor dengan Bahan Bakar Minyak Jelantah

Kompor tekan atau lebih dikenal sebagai kompor mawar merupakan kompor yang menghasilkan bentuk api seperti bunga mawar yang menggunakan bahan bakar kerosin. Kompor tekan berbahan bakar jelantah dilengkapi dengan alat bakar (spuyer) tipe atomizing burner. Hal ini dikarenakan pada kompor tekan jelantah terjadi proses penekanan bahan bakar untuk pengkabutan oleh pompa ban sepeda yang dipompakan secara manual. Selain pompa ban sepeda, pada bagian tangki terdapat lubang pengisian untuk memasukkan bahan bakar, pada bagian tangki lainnya terdapat alat pembacaan tekanan dengan satuan bar dan psi.
Kompor tekan jelantah menggunakan bahan bakar utama minyak jelantah dan kerosin sebagai starter. Dalam penggunaannya, pengelolaan awal perlu dilakukan pada minyak jelantah sebagai sebuah dasar pertimbangan di dalam penentuan dalam penggunaan minyak jelantah yang akan dicampur atau tidak dengan kerosin, sebagai contoh 90-95% minyak jelantah dan 5-10% kerosin, atau 100% minyak jelantah langsung. Pengelolaan awal ini dapat ditentukan dengan proses penyaringan dan pengujian densitas serta viskositas sebagai indikator kualitas minyak jelantah.